Lapis Bogor saat ini bisa dengan mudah di temui di Jakarta

lapis bogor

Lapis Bogor pada mulanya orang mengenalnya. Makanan olahan dari bahan dasar tepung talas. Berkas inovasi yang cerdas menjadikan makanan yang semula hanya dikonsumsi oleh masyrakat kelas bawah, saat ini sudah pantas dikonsumsi untuk lapisan masyarakat menengah atas.

Membuat makanan dengan bahan yang berkelas dengan harga mahal itu jauh lebih mudah dibandingkan dengan proses yang dilakukan pada pembuatan dan penyajian lapis talas bogor botani. Bagaimana bisa hal itu terjadi ? sudah bisa ditebak, karena menyajikan makan dengan bahan kelas bawah untuk diproses sehingga meninggkan nilai tambah yang cukup significant itu bukan hal yang mudah. apalagi bila dikaitkan dengan biaya yang akan timbul. Apabila harga menjadi tinggi akibat naiknya biaya tambahan bahan baku dan kenaikan harga proses produksi akan menjadikan lapis talas bogor itu menjadi mahal, hal itu akan mempersulit apabila produk itu dipasarkan. Inilah yang kami sebut sebagai inovasi cerdas. dari bahan dasar yang murah dapat ditinggkan nilai tambahnya, tanpa harus diikuti dengan tambahnya biaya yang tinggi. suatu hasil inovasi yang patut diacungi jempol.

 

Lapis Bogor
Lapis Bogor

 

Lapis Talas Bogor pada awalnya dikenal dengan merek Sangkuriang. Strategi perusahaan menggunakan mereka Sangkuriang adalah positioning dari lapis talas yang ditujukan hanya untuk makanan oleh-oleh khas Kota Bogor saja, sehingga untuk pemasaran produk di luat kota Bogorm, bahkan untuk pemasaran ke seluruh nusantara dipilihlah merek  Lapis Talas Botani.  sehingga sering kita mendengar Lapis Talas Botani by Sangkuriang

Penyajian warna produk saja yang dibalik posisinya. Pada Lapis Talas Bogor Sangkuriang warna ungu ditaruh pada posisi atas, dan dibawahnya warna kuning, dengan topping atas ditaburi parutan keju premium.

Pada lapis talas Botani, warna  pada bagian atas adalah warna kuning dan pada bagian bawah warna ungi, dengan topping bagian atas tetap ditabur parutan keju premium. Harga kedua merek lapis talas tersebut sama persis yaitu berkisar daro Rp.30 ribu s/d Rp. 35 ribu untuk harga sampai di tangan konsumen.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *